Heartless Background
Showing posts with label Konsistensi. Show all posts
Showing posts with label Konsistensi. Show all posts

Wednesday, 2 April 2014

Gunakan Suaramu Dengan Cerdas

Pemilu adalah saranan pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan UUD 1945 (Pasal 1 UU No.8 Tentang Pemilu). Pemilu lebih tepatnya pemilu anggota legilatif baik ditingkat Kabupaten atau Kota, Provinsi dan Pusat tidak lama lagi diselenggarakan oleh KPU, tepatnya dijadwalkan pada Tanggal 9 April 2014. Momen pergantian kepemimpinan secara nasional ini membuat jantung dan raut wajah para caleg menjadi dekdekan dan agak sedikit cemas, sebab sia-sia perjuangan dengan menghabiskan materi, tenaga, waktu dan fikiran kalau hasilnya nihil. Sehingga banyak cara yang dilakukan para caleg untuk keluar jadi pemenang dalam kompetisi lima tahunan tersebut. Mulai dari memanfaatkan setiap iven untuk sosialisasi seperti mengunjungi tempat-tempat ibadah, rumah warga, wirid pengajian, perguruan tinggi, pasar, dan orang-orang dipusat keramaian yang tentunya bisa memberikan hak suaranya pada pemilu Tanggal 9 April 2014 nanti.

Tidak jarang para caleg juga memanfaatkan para pemilih pemula untuk dijadikan sebagai basisnya. Menurut UU No. 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD dalam Pasal 19 ayat (1) bahwa pemilih pemula itu adalah, “Warga Negara yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 tahun (tujuh belah) tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih”. Sehingga wajar caleg tertarik dengan pemilih pemula sebab para pemilih pemula ini baru berumur 17 tahunan, masih lugu, mudah didoktrin dan tidak tahu tentang dunia perpolitik. Tapi tungu dulu, tidak jarang juga sebenarnya pemilih pemula apatis dan bahkan ada yang tidak menggunakan hak suaranya dalam setiap iven demokrasi ditanah air dengan alasan gengsi atau barang kali pemilih pemula tidak mau mengotori tangannya yang mulus dengan tinta KPU. Sepertinya mereka lebih suka BBMan, Twetiran, Fban, WeChat, line dan KakaoTalk sambil ganti-ganti status dan sedikit mengomentari fhoto dan status temannya, inilah prilaku remaja yang sedang meranjak dewasa.

Apapun alasannya sebenarnya pemilih pemula adalah potensi dan lahan basah bagi caleg kalau bisa memanfaatkannya, pada pemilu tahun 2004 ada 50.054.460 juta pemilih pemula dari jumlah 147.219 juta jiwa pemilih dalam pemilu. Dan jumlah tersebut lebih besar dari jumlah perolehan suara partai politik pemenang pemilu pada waktu itu yakni Partai Golkar yang memperoleh suara 24.461.104 (21,62 persen) dari suara sah nasional. Sementara pada pemilu tahun 2009 sekitar 36 juta pemilih pemula dari 171 juta pemilih dan jumlah pemilih pemula pada waktu itu juga mengalahkan perolehan suara partai pemenang pemilu pada tahun 2009 yakni Partai Demokrat dengan perolehan 21.703.137 (20.85 persen) dari suara sah nasional. Nah, artinya pada tahun 2014 ini potensi pemilih pemula akan lebih bertambah dari jumlah tahun 2009.

Sehingga begitu banyaknya pemilih pemula dalam pemilu namun, sangat jarang caleg dan partai politik di Indonesia melirik dan menjadikan mereka sebagai basis suara. Perlu diketahui sebenarnya selain pemilih pemula bisa dijadikan sebagai basis suara oleh partai politik dan caleg, dengan mengajak mereka untuk memilih dan berpartisipasi dalam pemilu, ini juga akan membuat pemilih pemula tidak apatis dalam setiap iven demokrasi ditanah air. Namun cara mengajak, mengarahkan dan meminta dukungan harus dengan cara yang mendidik, untuk mengenalkan politik kepada mereka bukan malah sebaliknya membuat mereka anti dengan politik. Maka pengenalan pendidikan politik yang benar pada pemilih pemula agar menjadi pemilih yang baik sangat penting dalam agenda demokrasi. Sebagaimana menurut Kartini Kartono tujuan pendidikan politik ialah pertama, membuat rakyat (individu, kelompok, klien, anak didik, warga masyrakat, rakyat dan seterusnya) sehingga mampu memahami situasi politik penuh konflik; berani bersikap tegas memberikan kritik membangun terhadap kondisi masyarakat yang tidak mantap. Kedua, memperhatikan dan mengupayakan peranan insani dari setiap individu sebagai warga negara (melaksanakan realisasi atau aktualisasi diri dari dimensi sosialnya); mengembang semua bakat dan kemampuannya (aspek kognitif, wawasan, kritis, sikap positif, keterampilan politik) dan agar orang bisa aktif berpartisipasi dalam proses politik, demi pembangunan diri, masyarakat sekitar, bangsa dan negara. Kotensiusnya adalah mengapa pendidikan politik yang baik sangat diperlukan bagi pemilih, karena agar rakyat (individu, kelompok, klien, anak didik, warga masyrakat, rakyat dan seterusnya) bisa aktif berpartisipasi dalam proses politik dengan cara yang baik pula.

Kepada pemilih pemula yang pada tahun 2014 jadilah pemilih pemula yang cerdas dan tercerahkan. Jangan mau diiming-iming dengan ansor (angin sorga) dari para caleg dan partai politik tertentu dengan cara apapun. Apalagi dengan caramoney pilitic, pemilih pemula sebagai pewaris bangsa ini jangan pernah tergoda dengan hal yang tabu tersebut. Lebih baik memilih sesuai dengan hati nurani dari pada dengan pemberiaan sejumlah rupiah, sebab ini akan berakibat beberapa tahun kemudian, ketika pemilih pemula yang hari ini berumur 17 tahun maka pada usia 40 tahun budaya yang demikian yaitu money pilitic akan tetap hidup dalam sistem perpolitikan nasional kita. Sebagai man of fucture bangsa dan negara Indonesia maka generasi muda harus bisa lebih baik dari pada generasi saat ini. Sebab bangsa yang besar ini butuh sentuhan tangan-tangan orang beritegritas yang berilmu, bermoral dan agamis. Maka apabila generasi muda hari ini tidak mewariskan budaya yang tidak baik pada generasi saat ini, maka selamatlah bangsa dan negara Indonesia kalau tidak maka sebaliknya. Perjuangan ini memang sangat berat, sebagaimana Bung Karno pernah mengatakan “Perjuanganku terasa mudah karena mengusir penjajah namun perjuanganmu akan terasa sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Apapun persoalannya, saya yakin dan percaya generasi muda Indonesia saat ini pasti bisa menghadapi dan memperbaiki kondisi bangsa dan negara ini.

Kepada para caleg dan politisi serta partai politik di tanah air dimanapun berada mari berfikir dan bertindak dengan cara yang cerdas, santun dan terpelajar. Carilah suara dengan cara-cara yang baik dan benar jangan bodohi rakyat Indonesia dengan money politic sebab Aristoteles pernah mengatakan “Politik yang bermartabat adalah politik yang bisa mengubah rakyat dari sekedar hidup belaka (bare life) menjadi hidup yang lebih baik (good life)”. Maka memberikan pendidikan politik yang santun dan bermartabat bagi masyarakat dan negerasi muda Indonesia sekarang, adalah bentuk mengubah hidup masyarakat dari bare life menjadi good life. Kalau sudah demikian maka harapan bangsa dan negara ini menjadi negara will fare statedan civil soecity akan terwujud dengan tidak ada kendala apapun. Amin,, INDONESIA PASTI BISA.!!!

Saturday, 22 March 2014

Remaja Narkoba Dan Cara Mencegahnya



Tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Hal pertama yaitu mengikutsertakan keluarga. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

Apa itu Narkoba
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napzayang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan sebagai berikut:

Narkoba Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketrgantungan.

Psikotropika Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan peubahan pada aktivitas mental dan perilaku

Bahan adiktif lainya Adalah bahan lain bukan narkoba atau psikotropika yang penggunaanya dapat menumbulkan ketergantungan

Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Jenis NARKOTIKA
1. Heroin
Dikenal dengan nama Putau atau PTW

Karakteristiknya:
Merupakan narkoba yang sangat tinggi cepat menimbulkan ketergantungan, berupa serbuk putih dengan rasa pahit.
Dalam pasaran warnanya putih atau dadu
Cara penggunaannya dapat disuntikkan, dihirup dan dimakan

EFEK
Menimbulkan rasa lesu, penampilan dungu, jalan mengambang, rasa senang yang berlebihan
Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang, keram, mata berair, hidung berlendir, hilang nafsu makan, dan kehilangan cairan tubuh.
Menimbulkan kematian bila overdosis

2. GANJA
Dikenal dengan nama mariyuana, hashish, gelek, stick, cimeng, grass

Karakteristik
Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama, terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya.
Bentuk daun kering, cairan yang lengket minyak damar “Ganja”

EFEK
Menurunkan ketergantungan monorik, peningkatan denyit jantung, rasa gelisah, dan panik, perubahan persepsi tentang ruang dan waktu, depresi, halusinasi, rasa kertakutan dan agresi, rasa senang yang berlebihan,
Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan, sistem peredaran darah dan kanker MINUMAN BERALKOH adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, maupun yang diproses dengan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol

PSIKOTROPIKA Jenisnya:
ECSTASY
Dikenal dengan nama Inex, XTC, huge drig, Yupie drug, essence, darity, butterfly, black, heart, ice.
KARAKTERISTIK
• Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna-warni
• Cara penggunaannya ditelan secara langsung
• Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum

EFEK
• Peningkatan detak jantung & tekanan darah, rasa senang yang berlebihan, hilangnya rasa percaya diri.
• Setelah efek di atas, biasanya akan terjadi perasaan lelah, cemas dan depresi yang dapat belangsung beberapa hari.
• Gerakan tak terkontrol, mual dan muntah, sakit kepala, hilang selera makan dan rasa haus yang berlebihan.
• Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh, baik karena dehidrasi ataupun terlalu banyak cariran.

MEMTHAMPHETAMINE
dikenal dengan nama shabu-shabu atau ubas

KARAKTERISTIK
Bentuknya berupa kristal dan cairan
Mudah larut dalam alkohol dan air
Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong)

BAHAN ADIKTIF LAINNYA Jenisnya:
ALKOHOL 
refleksi motorik, menekan pernafasan, denyut jantung dan menggangu penalaran dan penilaian
• Menimbulkan prilaku kekerasan, meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas
• Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan, sensitif, tidak dapat tidur, kejang otot, halusinasi dan bahkan kematian.
• Memperlambat kerja sistem saraf pusat, memperlambat

ZAT YANG MENIMBULKAN HALUSINASI 
• Jamur kotoran kerbau, sapi kecubung
• Bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna
• Perubahan dan proses berfikir, hilangnya kontrol, hilang orientasi dan depresi.
• Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan

ZAT YANG MUDAH MENGUAP 
• Lem Aica Aibon, Thinner, Bensin, Spirtus
• Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat.
• Menimbulkan perasaan senang, puyeng, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan dan pelo.
• Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung.

FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA 
FAKTOR INDIVIDU 
• Aspek kepribadian
• Kecemasan dan depresi
• Aspek pengetahuan, sikap dan kepercayaan
• Keterampilan berkomunikasi
• Faktor emosional dan mental.

FAKTOR SOSIAL BUDAYA 
• Kondisi keluarga/orang tua
• Pengaruh teman sebaya

FAKTOR LINGKUNGAN DI SEKOLAH 
• Tempat berkumpulnya anak-anak sekolah
• Tidak ada kebijakan di sekolah tentang narkoba
• Tidak ada tata tertib sekolah tentang narkoba

FAKTOR LAIN LINGKUNGAN
Pengaruh iklan atau promosi
Pengaruh dari orang di lingkungan rumah yang sering berbuat negative

AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA 
• Penyakit AIDS
• Paru-paru
• Jantung
• Hepatitis
• Over dosis
• Kriminalitas
• Kekerasan/kejahatan
• Putus sekolah
• Gangguan Jiwa

TANDA-TANDA PENCANDU NARKOBA 
Tanda-tanda Fisik 
• Mata memerah
• Kulit pucat-kepucatan
• Kelopak mata seperti berat/mengantuk

Tanda-tanda dan Sikap 
• Murung, cemas, depresi
• Emosional, perasa, gampang tersinggung
• Mudah tersinggung oleh kritikan ringan
• Mudah marah tanpa sebab
• Tidak perduli dengan perasaan orang lain
• Pelupa, menurunnya daya ingat
• Bermusuhan
• Tanggapan lambat

BAGAIMANA MENOLAK NARKOBA 
• Pelajari dahulu apakah rencana temanmu itu baik atau buruk
• Apabila tidak benar, cepat katakan tidak!
• Mengusulkan kegiatan lain
• Bila usulanmu tidak diterima, Pergi!!!

APA YANG DAPAT DILAKUKAN PIHAK SEKOLAH/MADRASAH 
• Menilai besar dan luasnya masalah
• Menetapkan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan
• Melaksanakan kurikulum pendidikan pencegahan
• Program bantuan/pendukung untuk anak-anak dari TK sampai siswa

• Pendidikan dan pelatihan para guru tentang pencegahan narkoba
• Partisipasi orang tua• Pendidikan terpadu antara sekolah dan masyarakat.

PENCEGAHAN 
• PREVENTIF: ceramah, sosialisasi penanggulangan, pameran, seminar dll.
• PRIMER: konseling, sosialisasi peraturan perundangan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, memberikan pelatihan, penyebaran infomasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan kontrol terhadap lingkungan sekolah
• SEKUNDER: Bekerjasama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, kegiatan pendidikan sebaya (peer education), keterampilan sosial (social skill), komite sekolah.


STRATEGI PENCEGAHAN NARKOBA DI SEKOLAH 

Secara terpadu dalam pelajaran
Secara terpadu dalam menejemen sekolah
Secara terpadu melalui kegiatan kesiswaan

BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJERUMUS KE NARKOBA 

Dapatkan dahulu informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahlinya/yang mengetahui, seperti koran, majalah, seminar – seminar, dll
Persiapan diri/mental menolak untuk ditawari
Belajar berkata menolak/tidak untuk narkoba
Memiliki cita-cita dalam hidup dan masa depan
Lakukan kegiatan positif, buat pekerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingkungan.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANGTUA AGAR ANAK TERBEBAS DARI NARKOBA 

Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya
Belajar untuk berkomunikasi
Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang baik
Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas
Kembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama
Orang tua berperan sebagai pembimbing dan pendidik

10 KUNCI MENJADIKAN ANAK SUKSES 
1. Menanamkan nilai-nilai agama/spiritual sedini mungkin, untuk menguatkan hati nurani
2. Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin
3. Mengembangkan harga diri
4. Mengajarkan kemampuan untuk bersosialisasi yang efektif
5. Mengajarkan anak untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kembangkan sikap sehat terhadap seksualitas
6. Hidup dalam lingkungan tetangga yang baik
7. Menerapkan standar pekerjaan dan perilaku realitas didukung oleh disiplin yang tepat
8. Ajarkan anak agar mampu dan terampil termasuk keterampilan mengatasi masalah
9. Tegakkan kemandirian
10. Mengontrol anak waktu menonton TV.

MENGATASI MASALAH TANPA NARKOBA 
• CURHAT kepada teman baikmu, siapa tahu dapat membantu memecahkan masalahmu.
• Ceritakan juga kepada ibu dan bapak, agar beliau membimbingmu untuk memecahkan masalahmu
• Tak salah juga mengadu kepada guru BK di sekolahmu, karena beliau tahu tentang psikologi. Jadi masalahmu bisa diselesaikan secara psikologis
• Jika bermasalah, jangan termenung, bertopang dagu. Isi waktumu dengan kegiatan yang bermanfaat.
• Mengadu dan memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Kuasa, agar diberikan jalan keluar menyelesaikan masalah yang kamu hadapi.

REALISASI DAN RENCANA AKSI NASIONAL P4GN 
• Tahun 2008 bekerjasama dengan BNN sosialisasi di Jawa Barat, DKI Jakarta (2000 siswa dan 200 guru BK SMP). Mengirimkan buku, poster, stiker, leaflet tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah.
• Tahun 2009 bekerja dengan Metro TV dan Media Indonesia ke beberapa sekolah di Jabodetabek penyuluhan tentang narkoba.
• Tahun 2010 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama di 3 provinsi:
Banten: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP
Jawa Timur: 1000 siswa dan 100 guru BK SMP
Medan : 500 siswa dan 100 guru BK SMP
• Tahun 2011 sosialisasi bekerjasama dengan BNP, Kepolisian, Tokoh Agama, kepada siswa dan guru BK di 5 provinsi.
• Tahun 2012-2015 Aksi Nasional P4GN ke seluruh sekolah.


Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.
Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan. Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).
Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

(Berbagi Informasi)
By http://solikanspd.guru-indonesia.net/artikel_detail-16506.html

Kelahiran Sibuah Hati

"Terima kasih Tuhan atas karunia yang telah Engkau berikan kepadaku". mungkin itulah kata-kata yang pantas untuk saya ucapkan untuk sang Pencipta dimana pada tanggal 07 Januari 2014 pukul 10.10 Wib telah lahir Putra kami dengan berat 3150 Gram di Rumah sakit Syafira Pekanbaru dalam keadaan sehat  dari pasangan Efendi Manalu Dengan Risnauli Sitanggang dan putra kami itu kami beri nama STEFANO WILLIAM MANALU.

Tapi sedikit akan saya ceritakan tentang sebelum kelahiran putra kami ini, yang mana kami lumayan cukup lama untuk menantikan sibuah hati kami. Saya melangsungkan pernikahan dengan Ny. Manalu pada tanggal 03 Juli 2010 di Pekanbaru. setelah melangsungkan pernikahan tersebut saya langsung membawa keluarga (istri saya) ke Teluk Kuantan dimana di Kota tersebutlah saya bekerja. tetapi seiring waktu terus berjalan, kami belum juga dikaruniai oleh seorang anak. Ditahun pertama kami mulai untuk memeriksakan diri kedokter Spesialis kandungan, dan hasil dari pemeriksaan tersebut sang dokter menjelaskan bahwa kami berdua dalam keadaan sehat, tetapi  dan dokter memberikan vitamin kepada istri saya agar diminum dan menyarankan supaya bulan depannya datang dan kontrol kembali, setelah itu kami pulang. bulan depannya kami pergi lagi ke klinik yang sama yaitu salah satu klinik kandungan yang ada di Pekanbaru, dan lagi- lagi dokter mengatakan bahwa kami berdua sehat dan mengatakan bersabar saja hanya  rezeki saja yang belum tepat, tukas dokter tersebut. Lalu saya da istri saya pun pulang ke Teluk Kuantan dengan perasaan yang kurang puas.

Menjelang tahun kedua pernikahan saya, kamipun sudah mulai jenuh untuk periksa kedokter sebab hasilnya sama saja dan membutuhkan dana yang tidak sedikit, kalau bicara jujur pada saat itu saya sudah mulai lelah dan bersifat pasrah saja kepada yang Maha Kuasa. Tetapi saya salut dengan istri saya yang tidak pantang menyerah dan selalu berusaha serta selalu memberikan motivasi kepada saya. dan suatu hari istri saya mengajak saya untuk mencoba berobat ke "Tukang Urut" sebab sudah beberapa dokter yang kami jalani dengan hasil NOL, dan saya mengiyakan dan kamipun pergi. Sesampainya disana saya dan istri saya diurut oleh tenaga ahli urut tersebut setelah itu diberikan ramuan yang harus kami minum dengan dosis 3 x 1 hari seperti obat dengan cara direbus. Ampuuunnn.... ras yang pasti rasanya aneh mual dan ingin muntah rasanya diwaktu meminum ramuan tersebut yang pasti rasanya sangat sangatlah tidak , tetapi saya menahannya sebab tujuan saya adakah hanya ingin segera mendapatkan seorang anak, itu saja. Dua minggu sekali kamipergi ke Tukang urut tesebut atau setelah ramuannya habis. sekitar lima bulan lamanya kami memakai jasa tukang urut tersebut.

Setelah sekitar lima bulan berurut ke Tukang urut dan hasilnya pun nihil, kamipun mencari dimana lagi tukang urut yang bagus dengan cara menanyakan kepada tetangga atau dari teman-teman yang sudah berhasil memiliki anak. lalu kami dapatlah beberapa rekomendasi tukang urut dari teman-teman  dikuantan Singingi ada 3 tempat dan semuanya nihil, di Pekanbaru ada 2 tempat dan nihil juga, di bangkinang dengan  hasil yang sama, Bukit Tinggi, Dumai, Medan, Samosir semuanya itu dengan hasil yang tidak berarti.

Karena sudah berusaha cukup banyak dan hasil yang tidak ada serta keuangan yang sudah ludes, kamipun sudah mulai capek dan menyerahkan semua itu kepada Tuhan Yesus. Hingga suatu ketika, istri saya ada kunjungan ke Bandung dalam rangka mengikuti seminar dari satu Produk Susu terkemuka sebab istri saya merupakan member dari Produk tersebut, Iapun pergi ke Bandung selama satu minggu disana, pada saat itu usia pernikahan kami sudah ketiga tahun lebih. sepulang dari seminar di Bandung istri saya langsung pulang kerumah kami di teluk Kuantan. Pada saat itu istri saya mengatakan bahwa sudah telat satu minggu dari menstruasinya, dengan sedikik lega sebab kami belum mengeceknya dengan menggunakan Tespect, setelah kami test ternyata memang benar tespect tersebut menunjukkan dua garis merah, dan kamipun sangat gembira atas hal tersebut. dan saya percaya itu semua terjadi karena pikiran yang fres dan Pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Singkat cerita selama  sembilan bulan kami menunggu kelahiran buah hati kami tersebut dan STEFANO WILLIAM MANALU lahir seminggu setelah perayaan tahun baru yaitu 07 Januari 2014.
Terima Kasih Tuhan atas semua yang telah Engakau berikan kepada Kami. Amin.









Pesan saya pribadi untuk saudara maupun saudari yang melum mempunyai keturunan tetapi sudah berusaha melaluinya dengan berbagai cara untuk mendapatkan buah hati ; "Cobalah menenangkan pikiran anda maupun pasangan saudara . dengan cara refresing. sebab dengan fikiran yang jernih/tidak jenuh akan sangat berpengaruh terhadap apa yang kita lakukan, untuk mendapankan buah hati anda. terima kasih."

Monday, 29 October 2012

Tinggal Didaerah jauh dari Kota

          Inilah kisah aku yang jauh tinggal di pelosok desa, daerahnya yang rendah(dalam arti rendah dekat dengan sungai), yang apabila musim penghujan tiba kami akan was-was dikarenakan akan terkena banjir. Mau dibilang apa lagi karena disinilah kami mencari nafkah, istri saya yang bekerja disini yaitu di Desa Pulau Madinah Kec. Kuantan Hilir Kab. Kuantan Singingi.

      Yang mana letak geografis dari kab. Kuantan singingi ini dilalui oleh Sungai_sungai besar, diantaranya Singai Kuantan, sungai Singingi dan ada beberapa sugai lagi. Oleh sebab itu sebagian besar mata pencarian masyarakat di Kab. Kuantan Singingi ini di sungai mencari ikan.

           Bagai manapun, mau diapakan juga tidak bisa, karena banjir merupakan hukum alam atau bencana alam yang tak terelakkan apabila sudah menerpa, yang bisa dilakukan adalah menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

Dibawah ini ada beberapa gambar yang sudah saya abadikan yang menurut saya penting karena inilah salah satu pengalaman pahit  tinggal di daerah desa yang rendah secara geografis.